Simak Beberapa Dampak Positif dan Negatif Dari Pembelajaran Secara Daring


Kegiatan belajar secara online kini sudah menjadi hal yang biasa dan tidak asing lagi bagi pelajar di Indonesia. Belajar secara online secara tidak langsung menuntut para orang tua memfasilitasi anaknya dengan HP. Pembelajaran secara daring menuntut anak untuk tetap aktif dalam mengikuti kegiatan belajar sebagaimana belajar di sekolah. 

Tak dapat dipungkiri, anak akan lebih sering bermain hp dibanding menyimak materi belajar yang dikirim oleh guru. Berbagai aplikasi digunakan guru dalam menyampaikan kegiatan belajar secara online. Berbagai aplikasi tersebut diantaranya: zoom meeting, google classroom, google meeting, whatsapp group, dan berbagai aplikasi lainnya yang dapat digunakan untuk belajar secara online. 

Pembelajaran secara daring tentunya memberi dampak yang begitu besar, baik dampak positif maupun dampak negatif. Berikut dampak positif dan dampak negatif pembelajaran secara daring:

1. Dampak Positif


a. Materi Pelajaran Semakin Luas


Internet yang ada pada hp siswa dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang tidak terbatas. Siswa dapat dengan mudah mengakses materi belajar yang belum diketahui melalui internet. 

b. Kegiatan Belajar Dilakukan Dengan Santai


Tidak seperti kegiatan belajar di sekolah, siswa memiliki waktu belajar yang lebih santai ketika belajar secara daring di rumah. Ketika di sekolah, siswa terbatasi oleh waktu atau jam belajar. Diharapkan waktu longgar yang dimiliki dapat membuat siswa menjadi lebih dalam ketika memahami materi pembelajaran. 

c. Lebih Dekat Dengan Keluarga


Kegiatan belajar secara daring dapat membuat orang tua lebih mudah mengontrol kegiatan anak, terlebih ketika anak masih dalam usia TK atau SD. Orang tua tidak perlu khawatir akan kegiatan yang dilakukan oleh anak di luar sana. Anak juga pastinya akan merasa nyaman ketika belajar di rumah didampingi dengan ayah bunda. 

d. Banyak Kreatifitas yang Ditemukan


Tidak hanya dalam urusan kognitif, tugas yang diberikan guru selama anak belajar di rumah dapat berupa keterampilan yang dapat digali dari diri siswa. Anak diharapkan akan lebih kreatif dalam mengembangkan ide yang dimiliki. Di sini orang tua juga harus berperan untuk mendukung segala yang dilakukan anak dalam mengerjakan tugas. 

e. Anak Semakin Menguasai IT


Pembelajaran secara daring secara tidak langsung menuntut anak dan orang tua untuk belajar IT. Orang tua yang awalnya tidak bisa dan malas untuk mempelajari IT akan dengan sendirinya meminta bantuan pada yang mampu untuk mengajari. Sehingga sumber daya manusia khususnya bagi masyarakat Indonesia akan lebih maju. 

2. Dampak Negatif


Selain beberapa dampak positif di atas, ada juga dampak negatif yang ditimbulkan dari belajar secara daring. Berikut penjelasannya:

a. Kegiatan Belajar Kurang Efektif


Sebagaimana diketahui, bahwa kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah sangat efektif karena siswa dapat menerima penjelasan guru secara langsung dan dapat bertanya ketika ada hal yang belum dipelajari secara langsung. Beberapa mata pelajaran sebenarnya harus dilakukan secara tatap muka, seperti pembelajaran matematika, yang membutuhkan interaksi yang intens dan aktif antara guru dan siswa. 

b. Tugas Yang Menumpuk


Memang waktu belajar secara daring lebih banyak dan lebih terkesan santai. Namun hal ini juga dapat menjadi warning sendiri bagi siswa. Siswa yang malas dan cenderung suka menunda-nunda tugas akan mengalami kesulitan berupa menumpuknya tugas yang belum selesai dikerjakan. 

c. Minimnya Sarana dan Prasarana


Tidak semua siswa berasal dari latar belakang orang tua yang berada. Banyak diantara siswa pedesaan yang belum memiliki hp sebagai alat untuk berkomunikasi dan belajar secara daring. Ada juga siswa yang memiliki hp namun dengan minimnya kuota yang dimiliki. Hal ini menjadikan pembelajaran daring menjadi tidak efektif dan menuntut siswa untuk belajar dan mencaritahu informasi secara luring melalui buku, TV atau radio. 

d. Keterbatasan Kemampuan


Sumber Daya manusia di daerah pedesaan tidak dapat disama ratakan dengan yang tinggal di daerah perkotaan. Siswa yang tinggal di desa tentunya memiliki keterbatasan tersendiri dalam mengoperasikan dan mengakses materi yang diberikan secara online. 

e. Keluhan Orang Tua


Tugas yang dilakukan guru ketika mengajar dan mendidik di sekolah ternyata tidak dapat digantikan oleh orang tua secara maksimal. Bagaimanapun juga, dedikasi yang diberikan oleh guru di sekolah tidak dapat tergantikan melalui apapun, termasuk media internet dan lainnya. 

Orang tua terutama yang memiliki anak usia TK dan SD biasanya sering mengeluh ketika mendampingi anak belajar. Orang tua merasa bahwa anaknya sangat sulit untuk dikendalikan. Banyak orang tua yang sering emosi bahkan mencubit dan memukul anak ketika mendampingi belajar. 


Itu tadi beberapa ulasan tentang dampak positif dan negatif dari kegiatan beajar secara daring. Memang belajar secara online memberi dampak positif dan negatif, namun alangkah baiknya jika kegiatan belajar secara daring ini dimanfaatkan betul sebagaimana mestinya. Mengingat tentang dampak negatif belajar secara daring, ternyata dapat pula digantikan dengan belajar secara luring

Kerjasama antara orang tua dan guru sangat diperlukan dalam kegiatan belajar secara daring. Mari kita minimalisir berbagai dampak negatif dari pembelajaran secara daring, sehingga dapat menjadi sebuah kebaikan bagi kita semua. 
Azza Blog Pengajar di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo

0 Response to "Simak Beberapa Dampak Positif dan Negatif Dari Pembelajaran Secara Daring"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel