Iklan 1

Penerapan Metode Jigsaw Dalam Keberhasilan Pembelajaran di Kelas

 


Metode jigsaw adalah sebuah pembelajaran yang bersifat kooperatif dimana siswa yang memiliki tanggujwab lebih besar pada saat proses pembelajaran, jadi bukan guru lagi yang meiliki peran namun pembelajaran lebih menitik beratkan ke siswa.

Adapun  Tujuan metode jigsaw adalah untuk mengerjakan kerja tim, dimana ketrampilan belajar kooperatif dan juga menguasai pengetahuan yang mendalam.

Jigsow pada siswa yang terdapat di kelompok awal, berkumpul khusus pada bagian kelompok pembelajaran sendiri, dimana para siswa kemudian berkumpul dengan anggota kelompok lain dan bertugas untuk mengerjakan tugas yang lain, dan sesudah menguasai materi yang lain siswa akan kembali kke kelompok awal  dan mereka akan memberi informasi materi yang sudah di dapatkan dari kelompok lain.

Dalam hal ini semua siswa yang ada di kelompok awal sudah membaca materi yang  dan bertemu untuk mendiskusikan dan membahasnya bersama.

Media pembelajaran Jigsaw merupakan pembelajaran aktif yang dpat digunakan dengan tujuan untuk mempertahankan tingkat tanggujawab yang tinggi

Menurut Rusman ( 2018 halaman 217) kata jigsaw berasal dari  bahasa inggris yang artinya gergaji yang bisa diartikan juga dengan puzzle yang berrati menyusun teka teki dengan potongan gambar. Metode jigsaw ini menggunakan pola zizag dimana siswa melakukan kegiatan belajar dalam kelompok kemudian nanti ada proses silang antara kelompok satu dengan kelompok lainnya pada saat mengerjakan tugas dengan maksud untuk berdiskusi untuk mencapai tujuan yang sama. 

Dibawah ini akan kita bahas tentang cara mengatur strategi media pembelajaran jigsaw ada dua cara yakni



1. Pengelompokan Homogen


Pengelompokkan homogen adalah kelompok peserta yang mempunyai kartu nama yang sama. Contoh  Dimana siswa akan di kelompokkan dalam diskusi berdasarkan apa yang mereka baca, oleh sebab itu siswa  yang sudah membaca BAB 1, BAB 2 dst akan dikelompokkan ditempat yang sama. 

Lalu sediakan kertas yang ter berjumlah empat, kemudian dilipat dan diberi nomor satu sampai empat lalu letakkan di atas meja.

Adapun kelebihan Pengelompokkan ini adalah  menjadikan peserta memungkinkan berbagi perpektif yang tentu berbeda , yang potensial  disebabkan oleh pemahaman yang mendalam terhadap salah satu bab . Dimana analsisa yang mendalam ini dapat memunculkan analisis yang dalam, tidak sebatas narasi yang sederhana.

Sementara Kelemahan nya adalah  fokusnya sempit ( Satu Bab) kemungkinan juga akan berlebihan



2. Pengelompokan Hiterogen


Pengelompokan hiterogen adalah dimana peserta yang mempunyai nomor yang berbeda duduk bersama. 

Contoh, setiap kelompok berdiskusi yang menjadikan siswa terbagi menjadi empat indivisu yang membaca bab 1, dan satu yang sudah membaca BAB 2 , dan seterusnya.

Kemudian sediakan empat kertas dan kemudian berilah nomor satu sampai empat dan letakkanlah fi setiap meja kemudian peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasar siapa yang lebih dulu

Adapun kelebihan nya adalah memastian setiap intruksi dan saat mengumpulkan pemahaman dan memberikan informasi  dari bab yang tidak mereka baca.

Sementara kelemahannya adalah jika ada peserta yang tidak membaca tugasnya, maka informasinya tidak bisa dibagi dan disikusikan , al hasil pembelajaran yang didapatkan naratif, dalam berbagi informasi.

Demikian penjelasan tentang penggunaan metode jigsaw dalam proses pembelajaran dikelas, semoga bisa menambah pengetahuan kita sebagai pengajar dan bisa memungkinkan keberhasilan dalam mengajar.





Azza Blog Pengajar di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo

Belum ada Komentar untuk "Penerapan Metode Jigsaw Dalam Keberhasilan Pembelajaran di Kelas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel