Generasi Muda Tanpa Copy-Paste Itu Keren!



Kreatif merupakan salah satu modal yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk membuat ide-ide baru yang bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Pada era saat ini tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh orang-orang sudah pudar. Ide kreatif jarang muncul dan susah berkembang merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi di bidang teknologi. 

Dengan kebiasaan suka mengcopy-paste tulisan, kita hanya akan mendapat pengetahuan yang itu-itu saja tanpa memiliki daya serap dan juga kreasi untuk menciptakan suatu karya. Sungguh sangat rugi sekali jika generasi kita yang akan datang hanya menjadi generasi penerus copy-paste. 

Seorang yang sering mencopy-paste tulisan ataupun karya orang lain, dapat dikatakan bahwa orang tersebut tidak akan memiliki daya ingat yang tajam bahkan mudah sekali lupa akan apa yang ia tulis. Memori dalam otaknya seakan-akan kosong, karena apa yang ia tulis saat itu akan hilang ketika dia menulis hasil copy-paste yang lain, begitu seterusnya. 

Agar tidak menjadi generasi copy-paste, sebaiknya perhatikan beberapa skill yang harus dikembangkan berikut ini:

1. Bakat

Hal pertama dan utama yang harus ada dalam diri yaitu bakat. Memunculkan bakat memang tidak mudah, perlu sebuah trik untuk menemukan bakat yang terpendam dalam diri. Bakat yang dimiliki oleh seseorang biasanya dapat dengan mudah tumbuh subur jika dibarengi dengan pengetahuan yang dimiliki. 

Para generasi mudah, setidaknya mulai menentukan jati diri dengan cara mengetahui bakat yang ada pada dirinya sejak sekarang. Semakin cepat menemukan bakat yang ada pada diri, maka ide-ide kreatif akan mudah berkembang. 

2. Menghargai

Kemampuan untuk menghargai sebuah karya orang lain dapat menjadi bekal yang patut ada pada diri sehingga tidak menjadi generasi copy-paste. Ketika seseorang mampu menghargai sebuah karya, maka tidak akan terlintas sedikitpun dalam benak mereka untuk menjadi generasi copy-paste.

Kesadaran akan sebuah perjuangan yang telah dilakukan seseorang untuk menciptakan sebuah karya seharusnya dapat memotivasi diri agar dapat memunculkan ide-ide baru yang akan menciptakan karya yang baru pula. 

3. Berpengetahuan

Sebuah karya yang tercipta bukan berasal dari simsalabim. Artinya karya yang telah tercipta berasal dari pengetahuan yang menjadi sumber dari segala karya. Sebuah karya tanpa pengetahuan akan mustahil ada, sehingga wajib hukumnya bagi generasi muda agar memiliki ilmu pengetahuan yang luas. 

Ilmu pengetahuan kini mudah sekali didapatkan. Tidak hanya dari buku bacaan yang ada di bangku sekolah, ilmu pengetahuan kini semakin mudah diakses baik dalam dunia nyata ataupun dunia maya. 

4. Etika

Akhlak yang dimiliki oleh generasi muda saat ini sudah semakin pudar. Mulai dari etika kepada yang tua, kepada sesama, hingga etika kepada lingkungan sekitar. Tidak heran jika menteri pendidikan saat ini lebih mengunggulkan pendidikan karakter dibandingkan dengan lainnya. 

Sebuah etika yang baik dapat melekat pada diri apabila memiliki akhlak yang mulia juga. Jika generasi muda memiliki etika yang baik, maka dia sudah pasti memikirkan perasaan para pencipta karya apabila melakukan kegiatan copy-paste dalam sebuah karya tersebut. 

Etika saat ini menjadi hal yang penting untuk digalakkan, karena bagaimanapun juga etika menjadi penentu ketika sudah dewasa. Etika yang baik sungguh lebih berharga dibandingkan dengan ilmu pengetahuan bahkan semua kekayaan yang dimiliki. 


Sungguh sangat menyedihkan jika generasi yang ada pada masa akan datang menjadi generasi copy-paste. Kegiatan tersebut menjadi hal yang memalukan baik bagi diri sendiri, dan juga orang lain. 

Mulailah untuk menggali segala potensi yang ada pada diri agar kreatifitas yang dimiliki dapat berkembang dengan baik. Semua bisa mengcopy-paste tulisan dan karya orang lain, namun menjadi kreatif itu sebuah pilihan yang mulia. 

Azza Blog Pengajar di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo

0 Response to "Generasi Muda Tanpa Copy-Paste Itu Keren!"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel