4 Kebanggaan Menjadi Guru Madrasah


Menjadi tenaga pendidik merupakan profesi yang luar biasa. Segala kegiatan dalam proses belajar mengajar menjadi penuh keberkahan jika dilandasi oleh sikap ikhlas dan niat yang tulus.

Hasil dari profesi guru bukan hanya bermanfaat dalam kehidupan dunia, namun akan mengalir sampai guru tersebut meninggal dunia, di akhirat kelak juga akan mendapatkan balasan yang terbaik.

Inilah di antaranya yang harus menjadi semangat terlebih bagi guru madrasah yang memiliki porsi pelajaran agama lebih dari sekolah umum.

Oleh karena itu posisi guru khususnya di madrasah memiliki empat kebanggaan dalam menjalankan tugasnya. "Mengapa bangga menjadi pengajar madrasah?"

Pertama, guru itu seorang mujahid.
Jihad bukan hanya berperang di jalan Allah. Tugas mentransfer ilmu pengetahuan berbagai bidang keilmuan juga mujahid. Tapi harus ikhlas, jangan menggerutu, apalagi kaitannya dengan gaji yang mungkin untuk mencukupi kebutuhan anak istri saja tidak cukup, yakinlah dengan bermodal ketulusan pintu rizki akan terbuka labar seperti ventilasi uddara yang bisa datang dari sudut manapun.

Menjalankan profesi ini, guru haruslah menata niat baik karena segala pekerjaan didasari oleh niat. Niat baik maka akan menghasilkan hal baik. Sebaliknya, niat salah juga akan mendatangkan hal yang tidak baik.   "Innamal a'malu bin niat, setiap pekerjaan didasari oleh niat," mengutip hadits Rasulullah SAW.


Yang kedua, guru adalah seorang mujaddid (pembaharu).
Guru selalu memperbaharui kemampuan diri sendiri dan memperbaharui berbagai sistem pendidikan mulai dari pengajaran, kurikulum, evaluasi, dan sejenisnya.
Dengan pembaharuan ini seorang guru akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Ketiga, guru yang ikhlas akan syahid ketika wafat.
Ini karena aktivitas dan perjuangannya bernilai ibadah. Guru mendapat posisi khusus di hadapan Allah karena amal jariyah berupa ilmu yang telah diajarkan terus mengalir menjadi pundi-pundi pahala. 


Kebanggaan menjadi guru madrasah yang keempat adalah mendapatkan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir sampai ia meninggal.
Ilmu merupakan amal jariyah yang ditegaskan dalam hadits nabi bahwa ada tiga hal yang akan terus mengalir pahalanya sampai seseorang meninggal.

"Jika anak Adam meninggal dunia maka terputus semua pahala amal ibadahnya kecuali tiga perkara yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakan orang tuanya," sesuai hadits nabi SAW. Oleh karenanya, ia mengajak kepada guru madrasah untuk menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan bangga menjadi guru di tengah tantangan pendidikan di abad 21 ini.
Guru madrasah harus memiliki moralitas tinggi karena selalu menjadi sosok yang selalu ditokohkan dan menjadi suri tauladan.

Semoga kita adalah guru yang memiliki 4 ciri di atas, sehingga kita termasuk golongan pengajar yang siap mencetak anak didik yang berakhlaqul karimah yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Semangat berjuang para sahabat, teman. Semoga kelak kita adalah orang orang yang menghuni syurgaNya karena profesi kita.

Guru madrasah siap mencentak generasi yang memiliki ciri :

  1. Berkarakter Peduli artinya mempunyai karakter membantu tanpa disuruh, menolong tanpa diminta.
  2. Belajar dan berkarya artinya tetep menambah wawasan dan kreatifitas dengan senang hati.
  3. Menanamkan rasa empati dan simpati sejak kecil sehingga terbentuk karakter yang melekat hingga dewasa.
  4. Membentuk karakter yang mandiri dan tidak egois serta peduli lingkungan.
  5. Pembiasaan yang dikerjakan disekolah seperti sholat berjamaah, menjadi sebuah karakter ketika dipraktekkan di rumah.


Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan berjuang mendidik anak bangsa.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menyemangati kita sebagai pengajar anak bangsa.

Azza Blog Pengajar di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo

Belum ada Komentar untuk "4 Kebanggaan Menjadi Guru Madrasah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel